Rabu, 04 Desember 2013

Doa ketika menginjak umur 40 tahun

Surah Al-Ahqaf, Verse 15:
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(Indonesian)

via iQuran

Jika Aku Tua

Jika aku tua nanti,
Mengertilah terhadapku,

Jika aku lupa cara mengikat sepatuku ,

Ingatlah saat ku dulu mengajarimu..

Kalau aku berulang-ulang mengatakan sesuatu,

Bersabarlah mendengarkanku

Jangan memutus pembicaraanku

Walau sudah bosan telingamu..

Jika aku seketika lupa pembicaraan kita,

Berilah aku waktu untuk mengingatnya Bagiku,

apa yang dibicarakan tidaklah penting

Asal kau ada mendengarkan disampingku..

Saat kau kecil aku harus mengulang cerita

Yang telah beratus kali kubacakan

agar kau tertidur dan gembira

Jika aku tua nanti,

rengkuhlah jemariku ini

Beri aku perhatianmu yang tak pernah henti..

Kalau aku perlu kamu memandikanku, janganlah marah kepadaku

Ingatlah, sewaktu kecil aku harus memakai seribu cara untuk membujukmu

Kalau aku tak paham informasi dan hal baru,janganlah mengejekku

Ingatlah dahulu aku harus bersabar menjawab setiap "mengapa" darimu..

Jika nanti aku lemah dan tak sanggup berjalan lagi,

Ingatlah saat kau dulu belajar menapakkan kaki

Ulurkanlah tanganmu yang masih kuat untuk memapahku

Seperti saat aku dulu mendampingimu..

Kini, temani aku jalani sisa usiaku

Berikan kasih tulus mu

Kan ku balas dengan rasa syukurku

Serta cinta tak terhingga untukmu..

Jika aku tua nanti,

Kelak kan tiba waktuku tuk pergi

Panjatkanlah selalu doamu padaNya yang Maha Tinggi

Karena permohonanmu kan melesat bagai cahaya dalam kuburku…menerangi..

Jangan kau tangisi dan ratapi aku dengan kesedihanmu

Berdoa dan perbanyaklah amal baikmu

Doa anak saleh yang kan membantu dan jadi pelita dalam kuburku..

Jadilah orang yang berbakti

Isi hidup dengan hal yang berarti

Agar kelak Dia kan mempertemukan kita kembali Ditaman surgaNya yang abadi

Senin, 02 Desember 2013

Allah Maha Adil

Surah Al-Jathiya, Verse 21:
أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ اجْتَرَحُوا السَّيِّئَاتِ أَن نَّجْعَلَهُمْ كَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ سَوَاءً مَّحْيَاهُمْ وَمَمَاتُهُمْ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa Kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? Amat buruklah apa yang mereka sangka itu.
(Indonesian)

via iQuran

Minggu, 01 Desember 2013

Tidak Lari Mengapa Dikejar & Tidak Hilang Mengapa Khawatir?

Biasanya anda berlari karena mengejar sesuatu agar tidak menjauh. Sebagaimana biasanya sesuatu bila ditinggal atau diabaikan akan hilang, sehingga anda khawatir setiap kali ketinggalan sesuatu.

Namun anehnya selama ini anda berlari mengejar rejeki, padahal untuk urusan rejeki, ia tidak pernah lari. Sebaliknya, anda menjadi gundah, lagi panik bila menyadari ada dari sebagian harta anda yang ketinggalan di suatu tempat karena anda khawatir kehilangan.

Sobat!

Ketahuilah sikap semacam ini sejatinya adalah kesalahan besar yang selama ini melilit diri anda.

Percayalah bahwa rejeki anda tidak akan pergi menjauh sehingga tidak ada perlu anda berlari tunggang langgang mengejarnya.

Sebaliknya rejeki anda juga tidak akan hilang dipungut orang walaupun telah ketinggalan di suatu tempat.

Cukuplah anda berusaha sewajarnya yaitu dengan tetap mengindahkan batasan dan hukum syari'at, niscaya seluruh rejeki anda pasti berhasil anda dapatkan dan nikmati.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الروح الأمين نفث فى روعى أنها لا تموت نفس حتى تستوفى رزقها فأجملوا فى الطلب

Sejatinya Malaikat Jibril (Ruhul Qudus) membisikkan ke dalam jiwaku bahwa tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar-benar telah mengenyam jatah rizkinya, karena itu tempuh jalan-jalan yang baik dalam mencari rizki. (Ibnu ABi Syaibah, Al Baihaqy dan lainnya).

Percayalah sobat! niscaya anda bahagia.

Khataman Quran 97ers: Sabtu, 30 nov 2013

Alhamdulillah khattam..  Moga menjadi syafaat di yaumul akhir kelak

Juz 1 : Hasan
Juz 2 : Vicky, Harman 
Juz 3 : Fadli (new request)  Fauzie
Juz 4 : Iqbal (new request)  Saiful 
Juz 5 : Yenni Anwar
Juz 6 : Lattu 
Juz 7 : Dedy (need replacement ) --> rieska 1/2  Latu 1/2
Juz 8 : Galih (stay)
Juz 9 : Riril (by admin)
Juz 10 : Haris 
Juz 11 : Radit
Juz 12 : Hani -->Rieska part  Aas part 2
Juz 13 : Heri
Juz 14 : Erma
Juz 15 : Firman
Juz 16 : Rieska (stay)
Juz 17 : Harmoer
Juz 18 : Yuyun (stay)
Juz 19 : Doddy
Juz 20 : Faisal 
Juz 21 : T Ayi (new request) Eka 
Juz 22 : Nanda (need replacement)
Aas part 1 Rieska part 2
Juz 23 : Pujo (by admin)
Juz 24 : Aas (new request)
Juz 25 : Dian 
Juz 26 : Lia (baru 1/2) Aas Al hujuratRieska qaf-adz dzariyat 
Juz 27 : Zulfikar
Juz 28 : Yasmin
Juz 29: Icha
Juz30 : Isma (new request)  Eve

Jumat, 29 November 2013

Hikmah tentang syukur

Seorang mandor bangunan yg berada di lt 5 ingin memanggil pekerjanya yg lagi bekerja di bawah Setelah sang mandor berkali-kali berteriak memanggil, si pekerja tidak dapat mendengar karena fokus pada pekerjaannya dan bisingnya alat bangunan. Sang mandor terus berusaha agar si pekerja mau menoleh ke atas, dilemparnya Rp. 1.000- yg jatuh tepat di sebelah si pekerja. Si pekerja hanya memungut Rp 1.000 tsb dan melanjutkan pekerjaannya.

Sang mandor akhirnya melemparkan Rp 100.000 dan berharap si pekerja mau menengadah "sebentar saja" ke atas. Akan tetapi si pekerja hanya lompat kegirangan karena menemukan Rp 100.000 dan kembali asyik bekerja. Pada akhirnya sang mandor melemparkan batu kecil yang tepat mengenai kepala si pekerja.
Merasa kesakitan akhirnya si pekerja baru mau menoleh ke atas dan dapat berkomunikasi dengan sang mandor..

Cerita tersebut di atas sama dengan kehidupan kita, Allah selalu ingin menyapa kita, akan tetapi kita selalu sibuk mengurusi "dunia" kita. Kita diberi rejeki sedikit maupun banyak, sering kali kita lupa untuk menengadah bersyukur kpd NYA Bahkan lebih sering kita tidak mau tahu dari mana rejeki itu datang•••

Bahkan kita selalu bilang ••• kita lagi "HOKI!" Yang lebih buruk lagi kita menjadi takabur dengan rejeki milik Allah. Jadi jangan sampai kita mendapatkan lemparan "batu kecil" yg kita sebut musibah ...! agar kita mau menoleh kepada-NYA. Sungguh Allah sangat mencintai kita, marilah kita selalu ingat untuk menoleh kepada NYA sebelum Allah melemparkan batu kecil.

#jumatbarokah#