"Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. " (HR. Al-Baihaqi).
Selasa, 28 Juli 2015
Jumat, 19 Juni 2015
Renungan ttg cobaan
Surah Al-Baqara, Verse 214:
أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّىٰ يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَىٰ نَصْرُ اللَّهِ أَلَا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.
Kamis, 18 Juni 2015
Selasa, 02 Juni 2015
Renungan yang dalam ttg kematian
Surah Al-Munafiqoon, Verse 11:
وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.
Senin, 11 Mei 2015
Jumat, 01 Mei 2015
Dokter tak berpasien
Nama dokter ini Magdi. Berkewarganegaraan Iraq. Namun untuk meneruskan karir dan meneruskan kehidupannya, ia memilih untuk tinggal dan buka praktek pengobatan gigi di Emirat.
Setelah beberapa hari membuka prakteknya di Emirat...tak satupun pasien yang datang.bahkan nyaris sebulan ia di Emirat, belum satupun pasien didapat. Padahal tempat itu ia sewa dengan harga 2000dirham/bulan.
Hingga akhirnya, ketika genap sebulan kurang sehari, datanglah pemilik tempat ia membuka praktek untuk menagih sewa bangunan yang dipakai dokter tsb. Bahkan ia diancam akan dibawa ke pengadilan bila tidak segera melunasi tunggakan sewanya.
Apa mau dikata, karena iapun sedang kekurangan uang dan tidak ada pasien.dan uangnya hanya ada seribu dirham.
Dalan keadaan buntu...ia menelpon orangtuanya di Iraq.
"Pak, bagaimana kabar di sana? Bagaimana kondisi keuangan bapak?"
Ternyata jawaban dari seberang sana: "aduh nak, kondisi di sini lagi sulit". Bapaknya lagi sulit...dan si dokterpun cuma punya uang sebesar 1000 dirham, itulah sisa uang yang ia miliki.
Mendengar kondisi yang dialami si bapak, dokter tadi memutuskan untuk mengirimkan uang 1000 dirham untuk bapaknya di Iraq. Lalu dalam hati ia bergumam:
"Terserah...saya tawakkal.kalau memang mau ditangkap dan diadili karena tdk bisa bayar tunggakan sewa....saya pasrah".
Keesokan harinya....selepas solat zuhur...sekretaris tempatnya membuka praktek menelpon:
"Dok cepat ke sini...pasien antri banyak sekaliiiiiii..."
Subhanalllah..
Ternyata sudah banyak pasien yang menunggunya. Iapun mengobati pasien hingga larut malam dan mendapatkan duapuluh ribu dirham lebih.
Bahkan sekarang dokter ini sudah menjadi salah satu dokter paling terkenal di Emirat dan tampil dalam acara konsultasi kesehatan gigi di MBC Channel.
Itulah...bila kita berbagi...maka sesungguhnya rezeki yang datang in sya Allah akan berlipat ganda.
Berbagilah.
Saya sadur dari ceramah Amru Khaled.
Senin, 27 April 2015
SAAT AKHLAK ANAK TAK JUGA MEMBAIK
Seorang ayah atau ibu ketika menghadapi kelakuan yang tidak menyenangkan dari anaknya ia bersedekah, atau memberi makan fakir miskin. Lalu ia membaca:
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (At Taubah: 103)
Ya Allah, ini untuk mentarbiyah akhlak anakku, sesungguhnya kerusakan akhlaknya lebih menyakitkan bagiku dari pada kerusakan fisiknya.
Ibu yang lain tidak memiliki harta yang akan disedekahkan, hidupnya pas-pasan. Ketika ia lelah melihat perangai anak atau suaminya ia berdiri melakukan shalat dengan membaca surat al Baqarah keseluruhan. Kemudian ia berdo'a: "Ya Allah, inilah sedekahku, maka terimalah, dan perbaikilah untukku anak-anakku dan suamiku".
Barangkali kita perlu cara lain untuk mendidik anak dan mengatasi masalah keluarga. Tidak cukup hanya dengan penerapan teori-teori mutakhir hasil penelitian para pakar. Meminta kepada Allah supaya mereka dibimbing langsung oleh Allah tidaklah kalah pentingnya.
Fudhail bin 'Iyadh ketika sudah kelelahan mendidik anaknya, namun belum juga menampakkan hasil terhadap sikap anaknya, ia menadahkan tangan kelangit berdo'a, sembari terus memperbanyak ibadah. Dia berkata: "Ya Allah, aku sudah putus asa mendidik anakku Ali. Ya Allah, didiklah ia untuk diriku".
Allah Maha Kaya dan Maha Kuasa membolak-balikkan hati manusia. Setelah berdo'a dan memasrahkan kepada Allah, kelakuan anaknya berubah dengan drastis. Dia mengikuti jejak ayahnya, menjadi orang yang paling shaleh di zamannya.
وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا
Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (An Nisa': 9)
Copas ustadz Zulfi Akmal

