Kamis, 28 Juli 2016

Kematian

Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kami lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan" (QS. Al Jumu'ah: 8)

Selasa, 14 Juni 2016

'ibadurrahmaan...

Surah Al-Furqan, Verse 63:
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Surah Al-Furqan, Verse 64:
وَالَّذِينَ يَبِيتُونَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَقِيَامًا

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka.

Surah Al-Furqan, Verse 65:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal".

Surah Al-Furqan, Verse 66:
إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

Surah Al-Furqan, Verse 67:
وَالَّذِينَ إِذَا أَنفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian.

Surah Al-Furqan, Verse 68:
وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ يَلْقَ أَثَامًا

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya),

Surah Al-Furqan, Verse 69:
يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

(yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina,

Surah Al-Furqan, Verse 70:
إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَٰئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Surah Al-Furqan, Verse 72:
وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ وَإِذَا مَرُّوا بِاللَّغْوِ مَرُّوا كِرَامًا

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya.

Surah Al-Furqan, Verse 73:
وَالَّذِينَ إِذَا ذُكِّرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ لَمْ يَخِرُّوا عَلَيْهَا صُمًّا وَعُمْيَانًا

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta.

Surah Al-Furqan, Verse 74:
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

Surah Al-Furqan, Verse 75:
أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا

Mereka itulah orang yang dibalasi dengan martabat yang tinggi (dalam surga) karena kesabaran mereka dan mereka disambut dengan penghormatan dan ucapan selamat di dalamnya,

Surah Al-Furqan, Verse 76:
خَالِدِينَ فِيهَا حَسُنَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

mereka kekal di dalamnya. Surga itu sebaik-baik tempat menetap dan tempat kediaman.

Minggu, 17 Januari 2016

Secrets of Surah Al-Kahf

Ever wondered why Prophet Muhammad (SAW) asked us to recite Surat Al-Kahf every Friday?

This surah has four stories in it, having some morals, lets see them and understand what they are saying to us:

1) The people of the cave
It's the story of young men who lived in a disbelieving town, so they decided to migrate for the sake of Allah and run away. Allah rewards them with mercy in the cave and protection from the sun - they woke up and found the entire village believers.
Moral: trial of faith

2) The owner of two gardens
A story of a man whom Allah blessed with two beautiful gardens, but the man forgot to thank the one who blessed him with everything and he even dared to doubt Allah regarding the afterlife. So his garden was destroyed - he regretted ,but was too late and his regret did not benefit him.
Moral: trial of wealth

3) Musa(as) and Khidr(as)
When musa(as) was asked-"who's the most knowledgeable of the people of earth?"" Musa(as) said: me…,but Allah revealed to him that there's someone who knows more than him. Musa(as) traveled to the man and learned how the divine wisdom can sometimes be hidden in matters which we perceive as bad.
Moral: trial of knowledge

4) Dhul-qarnayn
It's a story of the great king that was given knowledge and power and was going around the world,helping people and spreading all that's good. He was able to overcome the problem of Yajooj-Majooj and build a massive dam with the help of people whom he could not even understand.
Moral: trial of power

In the middle of the surah Allah mentions iblees as the one who stirs these trials:
Behold! we said to the angels "bow down to adam": they bowed down except iblis. he was one of the jinns, and he broke the command of his lord. will ye then take him and his progeny as protectors rather than me? and they are enemies to you! evil would be the exchange for the wrongdoers!

Now let us see what's the relationship between surat al-kahf and the dajjal (anti-christ)?
Dajjal will appear before day of judgement with the 4 trials:

    He'll ask people to worship him and not Allah: trial of faith.
    He'll be given powers to start/stop rain and tempt people with his wealth: trial of with his wealth.
    He'll trial people with the "knowledge" and news he gives them: trial of knowledge.
    He'll control huge parts of the earth: trial of power.

How to survive these trials? The answers are in Surat Al-Kahf:

Survival kit 1: Good companionship
"and keep thy soul content with those who call on their lord morning and evening, seeking his face; and let not thine eyes pass beyond them, seeking the pomp and glitter of this life; no obey any whose heart we have permitted to neglect the remembrance of us, one who follows his own desires, whose case has gone beyond all bounds." (Surat al-kahf, verse 28)

Survival kit 2: Knowing the truth of this world
"set forth to them the similitude of the life of this world: it is like the rain which we send down from the skies: the earth's vegetation absorbs it, but soon it becomes dry stubble, which the winds do scatter: it is (only) Allah who prevails over all things"  (Surat al-kahf, verse 45)

Survival kit 3: Humbleness.
[Moses] said, "You will find me, if Allah wills, patient, and I will not disobey you in [any] order." (Surat al-kahf, verse 69)

Survival kit 4: Sincerity.
"say: "i am but a man like yourselves, (but) the inspiration has come to me, that your Allah is one Allah  whoever expects to meet his lord, let him work righteousness, and, in the worship of his lord, admit no one as partner." (Surat al- kahf, verse 110)

Survival kit 5: Calling to Allah.
"and recite (and teach) what has been revealed to thee of the book of thy lord: none can change his words, and none wilt thou find as a refuge other than him." (surat al-kahf, verse 27)

Survival kit 6: Remembering the Hereafter.
" one day we shall remove the mountains, and thou wilt see the earth as a level stretch, and we shall gather them, all together, nor shall we leave out any one of them. and they will be marshalled before thy lord in ranks, (with the announcement), "now have ye come to us (bare) as we created you first: aye, ye thought we shall not fulfil the appointment made to you to meet (us)!": and the book (of deeds) will be placed (before you); and thou wilt see the sinful in great terror because of what is (recorded) therein; they will say, "ah! woe to us! what a book is this! it leaves out nothing small or great,but takes account thereof !" they will find all that they did, placed before them: and not one will thy lord treat with injustice." (surat al-kahf, verses 47-49)

Source: http://letssharestories.tumblr.com/post/15385316334/secrets-of-surah-al-kahf

Selasa, 10 November 2015

Sebelum Anda Bermaksiat Kepada Allah, Ingatlah Siapa Diri Anda

Siapa Anda wahai si miskin hingga Anda berani bermaksiat kepada Tuhan semua (makhluk) dari yang pertama hingga yang terakhir, serta Tuhan semesta alam?

Siapa Anda wahai si lemah, yang tidak memiliki untuk dirinya sendiri manfaat, bahaya, daya dan kekuatan, hingga Anda berani bermaksiat kepada Dzat Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa sehingga segala sesuatu tunduk pada-Nya; kebesarannya meliputi semua yang ada; kekuasaannya mampu memaksa semuanya; dan kekuatannya mengelilingi semua makhluknya.

Ingatlah, siapa Anda, dan siapa Dzat Yang Maha Agung yang Anda bermaksiat kepada-Nya. Sementara Anda miskin dan sangat butuh kepada-Nya.

Dan ingatlah bahwa seberapa besar Anda mengagungkan Allah di dalam hati Anda, maka sebesar itu pula kedudukan Anda di sisi-Nya. Allah SWT berfirman:

﴿وَمَن يُعَظِّمۡ حُرُمَٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦۗ ٣٠﴾

"Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya." (TQS. Al-Hajj [22] : 30).

Fashlul Khithāb fi al-Zuhd wa al-Raqāiq wa al-Ᾱdāb – al-Juz al-Tsāni


Selasa, 29 September 2015

ISLAM TAPI TIDAK ISLAMI. (Untuk introspeksi)

SYAIKH Muhamad Abduh, Ulama besar dari Mesir pernah geram terhadap dunia Barat yang mengganggap Islam kuno dan terbelakang.

Kepada Renan, filosof Prancis, Abduh dengan lantang menjelaskan bahwa agama Islam itu hebat, cinta ilmu, mendukung kemajuan dan lain sebagainya.

Dengan ringan Renan, yang juga pengamat dunia Timur itu mengatakan :

"Saya tahu persis kehebatan semua nilai Islam dalam Al-Quran.
Tapi tolong tunjukkan satu komunitas Muslim di dunia yang bisa menggambarkan kehebatan ajaran Islam".
Dan Abduh pun terdiam.

Satu abad kemudian beberapa peneliti dari George Washington University ingin membuktikan tantangan Renan.

Mereka menyusun lebih dari seratus nilai-nilai luhur Islam, seperti kejujuran (shiddiq), amanah, keadilan, kebersihan, ketepatan waktu, empati, toleransi, dan sederet ajaran Al-Quran serta akhlaq Rasulullah SAW.

Berbekal sederet indikator yang mereka sebut sebagai 'islamicity index' mereka datang ke lebih dari 200 negara untuk mengukur seberapa islami negara-negara tersebut.

Hasilnya ?

Selandia Baru dinobatkan sebagai negara paling Islami.

Indonesia ?
Harus puas di urutan ke 140.

Nasibnya tak jauh dengan negara-negara Islam lainnya yang kebanyakan bertengger di 'ranking' 100-200.

Apa itu islam ?
Bagaimana sebuah negara atau seseorang dikategorikan islami..?

Kebanyakan ayat dan hadits menjelaskan Islam dengan menunjukkan indikasi-indikasinya, bukan definisi.

Misalnya hadits yang menjelaskan bahwa :
"Seorang Muslim adalah orang yang di sekitarnya selamat dari tangan dan lisannya".
Itu indikator.

Atau hadits yang berbunyi :
"Keutamaan Islam seseorang adalah yang meninggalkan yang tak bermanfaat".
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hormati tetangga, hormati tamu."

"Bicara yang baik atau diam".

Jika kita koleksi sejumlah hadits yang menjelaskan tentang islam dan iman, maka kita akan menemukan ratusan indikator keislaman seseorang yang bisa juga diterapkan pada sebuah kota bahkan negara.

Dengan indikator-indikator di atas tak heran ketika Muhamad Abduh melawat ke Prancis akhirnya dia berkomentar :

"Saya tidak melihat Muslim di sini, tapi merasakan (nilai-nilai) Islam, sebaliknya di Mesir saya melihat begitu banyak Muslim, tapi hampir tak melihat Islam".

Pengalaman serupa dirasakan Professor Afif Muhammad ketika berkesempatan ke Kanada yang merupakan negara paling islami no 5.

Beliau heran melihat penduduk di sana yang tak pernah mengunci pintu rumahnya.
Saat salah seorang penduduk ditanya tentang hal ini, mereka malah balik bertanya : "Mengapa harus dikunci ..?"

Di kesempatan lain, masih di Kanada, seorang pimpinan ormas Islam besar pernah ketinggalan kamera di halte bis.
Setelah beberapa jam kembali ke tempat itu, kamera masih tersimpan dengan posisi yang tak berubah.

Sungguh ironis jika kita bandingkan dengan keadaan di negeri muslim yang sendal jepit saja bisa hilang di rumah Allah yang Maha Melihat.  Padahal jelas-jelas kata "iman" sama akar katanya dengan aman.

Artinya, jika semua penduduk beriman, seharusnya bisa memberi rasa aman.

Penduduk Kanada menemukan rasa aman padahal (mungkin) tanpa iman.  Tetapi kita merasa tidak aman di tengah orang-orang yang (mengaku) beriman.

Seorang teman bercerita, di Jerman, seorang ibu marah kepada seorang Indonesia yang menyebrang saat lampu penyeberangan masih merah.
"Saya mendidik anak saya bertahun-tahun untuk taat aturan, hari ini Anda menghancurkannya.
Anak saya ini melihat Anda melanggar aturan, dan saya khawatir dia akan meniru Anda".

Sangat kontras dengan sebuah video di Youtube yang menayangkan seorang Bapak di Jakarta dengan pakaian jubah dan sorban naik motor tanpa helm.
Ketika ditangkap polisi karena melanggar, si Bapak tersebut malah marah dengan menyebut-nyebut bahwa dirinya Habib.

Mengapa kontradiksi ini terjadi ?

Syaikh Basuni, Ulama Kalimantan, pernah berkirim surat kepada Muhamad Rashid Ridha, Ulama terkemuka dari Mesir. 

Suratnya berisi pertanyaan :
"Limadza taakhara muslimuuna wataqaddama ghairuhum ?"
("Mengapa muslim terbelakang dan umat yang lain maju?")

Surat itu dijawab panjang lebar dan dijadikan satu buku dengan judul yang dikutip dari pertanyaan itu.

Inti dari jawaban Rasyid Ridha, Islam mundur karena meninggalkan ajarannya, sementara Barat maju karena meninggalkan ajarannya.

Umat Islam terbelakang karena meninggalkan ajaran 'iqro' (membaca) dan cinta ilmu.

Tidak aneh dengan situasi seperti itu, Indonesia saat ini menempati urutan ke-111 dalam hal tradisi membaca.

Muslim juga meninggalkan budaya disiplin dan amanah, sehingga tak heran negara-begara Muslim terpuruk di kategori 'low trust society' yang masyarakatnya sulit dipercaya dan sulit mempercayai orang lain alias selalu penuh curiga.

Muslim meninggalkan budaya bersih yang menjadi ajaran Islam, karena itu jangan heran jika kita melihat mobil-mobil mewah di kota-kota besar tiba-tiba melempar sampah ke jalan melalui jendela mobilnya.
Siapa yang salah ?

Mungkin yang salah yang membuat 'survey'...

Seandainya keislaman sebuah negara itu diukur dari jumlah jama'ah hajinya pastilah Indonesia ada di ranking pertama.

Wallahualam

*******
Saudara2ku tercinta, mari kita berbenah... mulai dari diri kita sendiri. Mulai dari sekarang....
😃❤💕